JURUS TANPA BENTUK (SERI 7)


KLIK paa gambar untuk membesarkan

MEMASUKI usia 25 tahun, pada tahun 796, remaja itu telah menjadi lebih dari sekadar pemuda. Apabila sebelumnya ia telah menguasai Ilmu Pedang Naga Kembar yang tidak terkalahkan, bahkan terbukti mampu mengatasi Ilmu Pedang Naga Hitam, maupun Jurus Penjerat Naga yang dipersiapkan Sepasang Naga dari Celah Kledung untuk menghadapi lawan dengan ilmu silat tingkat naga, kini pemuda tak bernama itu juga menguasai Jurus Bayangan Cermin.

Dengan Jurus Bayangan Cermin ini, apabila dirinya menghadapi ilmu silat dengan jurus-jurus tak dikenal, sehingga kemungkinan besar akan menjadikannya bulan-bulanan serangan mematikan, maka jurus-jurus tak dikenal itu justru akan terserap untuk dikuasainya seketika itu juga. Menguasai jurus-jurus lawan berarti bisa menggunakannya terhadap lawan tersebut, jika perlu dengan cara yang berbeda sama sekali, sehingga niscaya akan membingungkannya, dan dalam kebingungannya itulah suatu serangan telak akan mematikan. Ini melengkapi perbendaharaan ilmu silat Pendekar Tanpa Nama yang perlu dijelaskan keberdayaannya:

Jurus Dua Pedang Menulis Kematian. Pengamatannya atas ilmu silat Pendekar Aksara Berdarah membuatnya menggubah jurus yang mengacu kepada aksara dalam pembentukan kalimat. Dalam ilmu silat Pendekar Aksara Berdarah, jurus lawan ditafsirkan gagasannya dan dilumpuhkan dengan kalimat tak terbantahkan. Maka dalam jurus sekaligus kalimat Dua Pedang Menulis Kematian tewasnya lawan sudah tertentukan.

Jurus Penjerat Naga, yang dipersiapkan Sepasang Naga dari Celah Kledung untuk menghadapi lawan dengan ilmu silat tingkat naga, tidak memiliki jurus untuk menyerang, dan hanya dapat menyerang ketika lawan menyerang lebih dulu, karena dalam setiap serangan terbukalah pertahanan. Jurus ini ditimba dari kitab peninggalan Pendekar Satu Jurus, yang tak terkalahkan, meski tidak memiliki jurus apa pun kecuali menanti serangan lawan, yang akan serentak dibalas secara telak dan mematikan.

Pukulan Telapak Darah. Jenis pukulan yang mengandalkan tenaga dalam dan meninggalkan bekas telapak tangan sebagai cirinya. Pukulan ini banyak dikenal dalam dunia persilatan, sehingga meskipun kelak ia sering menggunakannya juga sebagai Pendekar Tanpa Nama, pukulan ini tidak pernah dianggap sebagai cirinya. Namun ini sering digunakannya karena tidak pernah membawa senjata.

Ilmu Naga Berlari di Atas Langit. Dengan ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi, ia dapat berlari tanpa menyentuh tanah, melesat lebih cepat dari kilat, sehingga tidak terlihat oleh mata orang awam, yang tidak mempunyai cara untuk mengetahui bahwa dunia persilatan itu ada. Semula pucuk rerumputan pun cukup sebagai pijakan, tetapi dengan ilmu meringankan tubuh yang didukung tenaga dalam amat tinggi, setiap unsur yang membentuk udara dapat dijejak untuk melesatkan tubuhnya.

Ilmu Mendengar Semut Berbisik di Dalam Liang. Ilmu pendengaran ini bekerja hanya apabila pengguna memejamkan matanya, karena dalam keterpejaman matanya itulah lawan yang semula tak terlacak oleh pancaindera biasa, akan terlihat bentuknya sebagai garis cahaya kuning kehijauan dalam kegelapan, sehingga keberadaannya diketahui.

Ilmu Bisikan Sukma. Ilmu Bisikan Sukma adalah kemampuan berbicara ke dalam pikiran orang lain, dan jika lawan bicara memiliki ilmu yang sama, maka antarmereka bisa saling berbicara tanpa suara, karena cukup mengucapkannya dalam hati, yang juga berarti mengirimkan pikirannya. Jika tidak ingin orang yang memiliki ilmu sama mengetahuinya, maka hubungan antara pembicara ini bisa dikunci, sehingga percakapan hanya dapat diketahui antara yang saling menyepakatinya sahaja.

Jurus Tanpa Bentuk. Sesuai namanya, jurus ini tidak dapat diketahui pergerakannya, karena langsung terlaksana sebelum usai dipikirkan. Jurus ini bukan hanya lebih cepat dari pikiran, melainkan lebih cepat dari kecepatan tercepat sekaligus lebih lambat dari kelambatan terlambat, karena ditemukan berdasarkan pemecahan masalah waktu dan ruang. Banyak pendekar menempa diri secara jasmani untuk mendapatkan jurus paling sempurna, tetapi jurus ini digali dari tahap ke tahap oleh Pendekar Tanpa Nama melalui penghayatan atas pemikiran tentang gerak dan tak gerak dalam dunia.

Betapapun menjadi pendekar bukanlah keinginannya. Semula ia memang berpikir untuk menantang Naga Hitam, mengumumkannya ke seluruh dunia persilatan agar dapat dipastikan kesediaannya. Selama ini Naga Hitam hanya mengerahkan mata-mata dan mengirim pembunuh bayaran, yang meskipun selalu bisa diatasi akan terus mengganggunya. Namun semakin berjalan ke utara semakin terpikirkan olehnya dunia di seberang lautan yang tak terbayangkan. (bersambung)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "JURUS TANPA BENTUK (SERI 7)"

Post a Comment

pembaca yang bijak, selalu menggunakan bahasa yang baik dan santun. Terima kasih.

Translate

Cari

LIVE TRAFIC FEED